Dyabala Messi2 Yang Disanjung Seharga Rp 1,4 Triliun

Dyabala Messi2 Yang Disanjung Seharga Rp 1,4 Triliun

Dyabala Messi2 Yang Disanjung Seharga Rp 1,4 Triliun Pada laga – Minggu malam (25/1), Juventus sukses membawa pulang tiga poin setelah mengandaskan perlawanan Roma dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang Juventus dicetak Dyabala pada menit ke 75. Kiprah Dyabala dalam laga ini patut diapresiasi mengingat Juventus sangat susah payah mengkonversi beberapa peluang matang menjadi gol sebelum akhirnya Dyabala sukses menyarangkan bola di sudut jauh gawang Roma.

Dyabala Messi2 Yang Disanjung Seharga Rp 1,4 Triliun

Laga Nyonya Tua kontra Serigala Ibu kota yang dihelat di Juventus Stadium (25/1), mencatatkan kiprah berkelas seorang Dyabala. Juventus sulit memecah kebuntuan kendati mendapat peluang bersih. Pada menit ke-22, Evra seharusnya dapat mencetak gol voli tapi dapat dihalau pertahanan Roma. Roma membutuhkan waktu 36 menit untuk mendapatkan kesempatan pertama melalui peluang yang didapat Alessandro Florenzi tapi sepekannya melebar.

Sebagai catatan, sebelum Derby Turin digelar pada 31 Oktober 2015, Juventus bercokol di posisi 11 klasemen Serie A. Juventus menang 2-1 hari itu. Dyabala sukses mencetak gol penentu. Sejak Derby Turin Oktober 2015 hingga akhir Januari ini, pemain muda kelahiran Argentina itu telah berjasa memangkas jarak Juventus di tabel klasemen dengan pemuncak sementara, Napoli, hanya dengan selisih dua poin.

Presiden Palermo: Dia Messi Muda Yang Bernilai 100 Juta Euro

Presiden Palermo, Zamparini, mulai gusar sejak Dyabala yang dibeli Juventus sangat jarang dimainkan. Zamparini sangat menyesalkan perlakuan yang tidak pantas terhadap Dyabala sedari awal, hingga disadari sekarang bahwa Juventus telah merasakan kontribusi besar besar pemain berusia 21 tahun itu yang ikut mengangkat tim dari posisi 11  ke posisi 2 tabel klasemen sementara.

Dyabala menjadi mesin gol krusial bagi kemenangan Juventus 10 kali berturut-turut hingga mereka tiba pada posisi ke-2 tabel klasemen akhir Januari ini. Kinerja Dyabala memikat hati Zamparini. Sampai-sampai Zamparini melabeli pemuda Argentina itu sebagai pewaris kode genetik Leonel Messi di masa depan. Dirinya bahkan menyanjung Dyabala sebagai pemain termahal di Italia. “Saya pikir dia bernilai 100 juta Euro (sekitar Rp 1,438 triliun), Dyaballa sesungguhnya Messi muda itu”, ujar Zamparini.

“Kami menjual Dyabala dengan total harga 40 juta Euro. Ketika saya memutuskan untuk menjual, ada pembicaraan tentang skandal, sekarang sebaiknya mereka mengatakan bahwa (Giuseppe) Marota adalah legenda”. Zamparini juga membantah rumor bahwa presentase dari biaya transfer Dyabala dibayarkan kepada seorang jaksa Amerika Selatan. “Tidak, itu omong kosong”, tambah Zamparini. “FIFA telah melarang jenis kesepakatan seperti ini, Anda tidak dapat secara legal memotong hak-hak pemain”, lanjutnya.

Dyabala: Penentu Naiknya Juventus Ke Posisi 2 Klasemen

Juventus mendatangkan Dyabala dari Palermo tahun 2014 dengan nilai transfer 40 juta Euro. Biaya awal dibayarkan sebesar 32 juta Euro, kemudian ditambah bonus potensial sebesar 8 juta Euro. Dyabala hanya mencetak 21 gol selama 3 musim di Palermo. Pada musim 2013-2014, Dyabala mencetak 13 gol untuk membantu Palermo naik ke posisi 11 klasemen liga.

Awal musim 2015/2016, manajer Juventus, Massimiliano Allegri sangat jarang memakai jasa eks bomber Palermo itu. Dyabala tidak masuk starting XI melawan Lazio dalam Piala Super Italia. Bahkan Dyabala tidak dimainkan kala Udinese menang atas Juventus pada laga perdana Serie A musim ini. Dyabala baru dimainkan Allegri dalam dua pertandingan berikutnya, namun kembali ditempatkan di bangku cadangan dalam laga melawan Manchester City dan Frosione.

Keputusan Allegri tidak memainkan Dyabala sejak awal musim telah memantik reaksi keras Presiden Palermo, Zamparini dan publik sepak bola Italia. Zamparini bahkan membandingkan Mancini lebih baik daripada Allegri. Jika Dyabala ditangani Mancini, maka dia justru akan sering dimainkan setiap minggu. Allegri pun membantahnya sebagai hal yang tidak disengaja. Allegri beralasan dirinya mengambil keputusan sesuai dengan strategi yang diterapkannya.

Allegri sebetulnya tidak buta dengan kontribusi Dyabala. Faktanya, ia hanya berusaha keras dan berhati-hati mengelola bakat muda menjadi lebih produktif sama halnya ketika dia memperlakukan Alvaro Morata. “Saya tidak bermaksud membuat hubungan pelatih dan pemain menjadi buruk. Saya mengelola strategi terbaik tim. Dia (Dyabala) tidak sedang disingkirkan secara sengaja. Lagipula ini bukan salah saya jika klub telah menggelontorkan biaya sebesar 40 juta Euro. Saya hanya pelatih”, tegas Allegri dalam suatu konferensi pers di akhir Oktober 2015.

Dyabala tetap menjawab dengan kinerja berkelas. ‘Messi muda’ mencetak gol di Piala Super Italia dari bangku cadangan ketika Juventus bersua Lazio, lalu terus mencetak gol di setiap pertandingan hingga bulan ini. Dyabala bahkan telah berhasil mencetak gol di gawang Napoli, pemuncak klasemen sementara Serie A saat ini. Dyabala adalah satu nama yang layak disebut sebagai penentu naikknya Juventus ke posisi 2 klasemen Serie A saat ini.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *